JAKARTA, BALIPOST.com – Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir makin mengkhawatirkan. Terlebih, dari whole gnome sequencing (WGS), varian Delta yang pertama kali ditemukan di India makin banyak jumlahnya.
Kondisi ini pun mengundang keprihatinan berbagai pihak. Dikutip dari Kantor Berita Antara, Ekonom yang juga Co-Founder Narasi Institute Fadhil Hasan, Jumat (18/6) mengkhawatirkan lonjakan kasus COVID-19 varian Delta dan potensi meningkatnya angka kematian akan mengancam pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Data Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, per 18 Juni 2021 memperlihatkan terjadi penambahan 12.990 orang. Kumulatifnya menjadi 1.963.266 orang. Pasien yang sembuh bertambah sebanyak 7.907 orang. Total pasien sembuh menjadi 1.779.127 orang.
Sementara itu untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal jumlahnya mencapai 290 orang. Sehingga kumulatifnya menjadi 54.043 orang.
Jumlah pasien COVID-19 yang masih dirawat mencapai 130.096 orang. Selain itu, masih terdapat 111.635 suspek.
Ia menyebut lonjakan kasus COVID-19 berpotensi membuat ekonomi domestik kembali ke zona resesi.
Baca selengkapnya Varian Delta Seperti Kotak Pandora, Ancaman Resesi Menghantui di BALIPOST.com
http://dlvr.it/S222Br

Tidak ada komentar:
Posting Komentar