Kamis, 17 Juni 2021

Bikin Resah Karena Gayanya Seperti Mau Merampok, Desa Adat Tanjung Benoa Sikapi “Gacong”

MANGUPURA, BALIPOST.com – Permasalahan pemandu wisata liar atau gacong yang dikeluhkan mendapat atensi khusus Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya. Menyikapi hasil pertemuan dengan anggota wisata tirta yang difasilitasi Camat Kutsel, Selasa (15/6), rencananya pihaknya akan menggelar paruman membahas Gacong tersebut. Pria yang akrab disapa Yonda ini, Kamis (17/6), mengatakan istilah gacong adalah semacam pramuwisata bermotor yang dalam praktiknya menunggu di pinggir jalan kemudian membuntuti orang yang dirasa berpotensi untuk melakukan wisata watersport. Namun cara mereka mendapatkan wisatawan justru menuai keluhan dan rasa takut karena terkadang sampai mengetok-ngetok kaca mobil. “Cara mereka itu dirasa tidak pantas. Tidak sedikit dari wisatawan yang mengaku kaget dan takut karena gayanya seperti mau merampok,” ujar salah seorang anggota DPRD Kabupaten Badung tersebut. Keberadaan Gacong tersebut, kata dia, menjadi masalah lama yang tidak kunjung selesai. Bahkan, dia menyebut kondisi ini sudah lebih dari 10 tahun menjadi perhatian. “Camat … Baca selengkapnya di media partner DENPOST.id Baca selengkapnya Bikin Resah Karena Gayanya Seperti Mau Merampok, Desa Adat Tanjung Benoa Sikapi “Gacong” di BALIPOST.com
http://dlvr.it/S1xPCt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lihat Juga

Lolot: Mengukir Legenda Rock Alternatif Bali dengan Kejujuran dan Karakter Kuat

  Band Lolot, yang identik dengan musik rock alternatif berbahasa Bali, memiliki perjalanan karier yang panjang dan penuh warna, diwarnai de...